Senin, 19 November 2012

puisi minggu ini


Di Mana Keadilan

Nurani itu angin
Sedangkan debu adalah keadilan
Melayang-layang semerbak
Ke Utara, mungkin selatan

Mereka hinggap di daun-daun
Menyelimuti kerikil-kerikil
Mereka singgah di rumah-rumah rakyat
Dan menempel di kaca-kaca gedung nan megah

Hingga datang zamannya
Musim hujan kebohongan dan
Topan kemunafikan merampas,
Mengoyak, menyapu, dan menghempa jauh-jauh
Debu entah sampai mana

Kini... lihatlah kaca-kaca itu
Semua bersih terlihat
Daun dari pohon-pohon yang sombong
Mobil mewah mengkilat
Berjejer di halaman gedung itu
Siap melindas kerikil-kerikil
Atau sekedar pamer lewat di antara
Rumah-rumah rakyat yang kian usang

Ini hanya suara sumbang
Yang mungkin tak penting lagi
Tetapi... dengarkanlah
Kaca-kaca itu berbisik perlahan;
“di mana keadilan?”.


Wahiburrohman (4 April 2012)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar