Di
Mana Keadilan
Nurani itu angin
Sedangkan debu adalah keadilan
Melayang-layang semerbak
Ke Utara, mungkin selatan
Mereka hinggap di daun-daun
Menyelimuti kerikil-kerikil
Mereka singgah di rumah-rumah
rakyat
Dan menempel di kaca-kaca gedung
nan megah
Hingga datang zamannya
Musim hujan kebohongan dan
Topan kemunafikan merampas,
Mengoyak, menyapu, dan menghempa
jauh-jauh
Debu entah sampai mana
Kini... lihatlah kaca-kaca itu
Semua bersih terlihat
Daun dari pohon-pohon yang
sombong
Mobil mewah mengkilat
Berjejer di halaman gedung itu
Siap melindas kerikil-kerikil
Atau sekedar pamer lewat di
antara
Rumah-rumah rakyat yang kian usang
Ini hanya suara sumbang
Yang mungkin tak penting lagi
Tetapi... dengarkanlah
Kaca-kaca itu berbisik perlahan;
“di mana keadilan?”.
Wahiburrohman
(4 April 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar